Cara Paling Tepat agar Anak Mau Belajar Atas Inisiatif Sendiri

Anak yang mau belajar atas inisiatif sendiri seringkali dihubungkan dengan keberhasilan parenting yang diterapkan orang tuanya di rumah. Lantas, bagaimana cara paling tepat agar memiliki anak dengan perilaku membanggakan ini? Berikut beberapa di antaranya yang bisa Anda coba.

  1. Atur Jadwal Belajarnya

Anda tentu percaya dengan kalimat ‘bisa karena biasa’ dan ‘biasa meski awalnya terpaksa’, bukan? Nah, cara inilah yang bisa diterapkan di awal-awal sehingga anak mulai terbiasa untuk belajar secara mandiri.

Jadwal belajar yang terstruktur membuat anak mengingat kapan waktunya belajar tanpa harus dipaksa atau Anda suruh lebih dulu. Begitupula dengan keberadaan PR, baik ada ataupun tidak, hal ini tidak membuatnya istirahat belajar. Bahkan justru menyiapkan bahan pelajaran dengan baik untuk besoknya.

  1. Atur Jadwal Bermain Gadget

Dunia internet tidak selalu memberi dampak negatif bagi anak-anak, terutama jika Anda ikut mengawasi penggunaannya. Banyak media pembelajaran dengan metode menarik yang ditawarkan YouTube dan laman serupa lainnya. Misalnya video menghapal nama-nama huruf, binatang, cara berhitung yang menyenangkan, dan sebagainya.

Tapi, akan lebih baik jika Anda sendiri yang mengunduhnya lalu menyerahkannya pada anak. Kemudian, saat anak Anda melihatnya, Anda harus sudah menonaktifkannya. Dengan memiliki waktu bermain gadget yang terjadwal, buah hati juga belajar disiplin dengan cara mengakhiri permainan jika waktunya sudah habis.

  1. Belikan Perlengkapan Belajar yang Lucu

Membelikan meja belajar dengan karakter animasi dan set alat tulis yang lucu bisa membuat anak semangat belajar. Selain karakter yang imut dan lucu, alat tulis yang warna-warni, terutama berwarna cerah membuat buah hati Anda tidak sabar untuk belajar. Anda bisa mengajaknya saat ingin membeli perlengkapan belajar tersebut agar sesuai seleranya.

Cara ini bisa menjadi tips parenting termudah untuk membuat anak gemar belajar. Selain itu, perlengkapan belajar seperti ini menghindarkan anak dari stres akibat PR atau tugas guru yang menumpuk. Karena, gambar dan ragam warna mampu menyeimbangkan otak kiri dengan otak kanan setelah sebelumnya otak kiri terlalu lelah digunakan untuk berpikir.

  1. Menemani Anak Belajar

Seringkali anak lebih semangat melakukan segala sesuatu jika ada teman yang ikut serta. Oleh karena itu, Anda bisa menawarkan diri untuk menemaninya. Anda bisa memilih ruang tengah atau ruang perpustakaan khusus belajar sekaligus ruang kerja. Jika Anda bekerja, maka anak Anda belajar dan sesekali beri arahan saat dia kesulitan mengerjakan PR-nya.

Jika cara-cara tersebut sudah Anda terapkan, dijamin anak Anda tidak perlu lagi dipaksa-paksa untuk belajar. Anda juga berhasil menerapkan parenting yang nantinya membawa dampak positif bagi masa depan anak. Anak yang mau belajar sendiri cenderung memiliki keingintahuan yang besar dan berpeluang menjadi orang sukses saat dia dewasa nanti.